Obrolan sehabis bimbingan

  • Dosen 1 (bukan dosen pembimbing) : ayoo kamu tetep semangat ngerjainyaaaa
  • Gw : saya selalu semangat ngerjain skripsi bu, cuman ini mental ajaaa...
  • Dosen 2 (dosen pembimbing *baca mas nur) : dia mah kesel bu, skripsinyaaa ga bisa Ke KIRI-KIRIan
  • Dosen 1&2 : hahahahahahahahaa...
  • Gw (berkata dalam hati ) : sialan nihhh mas nur menjebak gw supaya ga progressif. :(

Pembangunan apartemen. ANJING!!!!!

Purnama datang malam ini, disaat alat-alat berat seang membangun.

Purnama bersinar terang layaknya perasaan Gadis belia yang sedang mencari cinta.

Ia merekah.

Alat-alat terus membangun. Membuat pusing kepala. Membuat sinar bulan purnama tak jadi terlalu indah.

Alat-alat terus menerus membangun, tanpa peduli.

"Hey, disebelah ada nenek yang sedang sakit keras, tolong hentikan sebentar," bisik Purnama pada alat-alat berat pembangun kekuatan kapitalisme.

"Ahh,. Biar sajaa„ sudah tua sudah saatnya kembali ke Bumi!" Ucap alat-alat pembangun dengan ketusnya

Alat-alat terus membangun, menghancurkan tanah, menghancurkam harapan manusia kecil dan tak berdaya. Terus membangun. Membangun. Terus membangun.

"Hey! Hentikan! Caramu membangun tak tahu malu dan tak tahu diri. Sudah cukup tak boleh lagI membangun!!!" Purnama marah. Amarahnya mencuat bagi manusia manusia kecil dan tak berdaya.

Alat-alat terus membangun dan tak sama sekali mendengar kata-kata sang purnama.

Hingga akhirnya Purnama tak mau lagi datang. Ia minggat. Ia tak ingin sinarnya yang merekah ia berikan pada alat-alat yang membangun dengan egois.

Purnawa tak pernah datang lagi.

Di langit saat ini hanya ada awan gelap dan sedikit bintang.
Malam semakin tak menarik lagi.

Malam hanya milik alat-alat yang terus membangun.

Membuat pusing kepala.

Membuat sakit hati.

"Mencapai kebahagiaan bukanlah perkara mudah. Kita harus menghargai peristiwa-peristiwa kecil yang mungkin tak berarti untuk kita namun ternyata sangah mempengaruhi kita. Peka dan percaya diri serta terus berusaha adalah hal yang harus kita lakukam untuk Mencapai Kebahagiaan yang hakiki."

— EKM

Tiba-tiba benak ini bertanya-tanya, bisa kah kita bicara kebenaran tanpa perlu menggunakan dasar-dasar ideologi. Menurutku, ideologi hanya mengkotak-kotakan manusia, dan merubah mereka sehingga mereka lupa akan diri mereka apa adanya. ideologi membuat manusia mengikuti patron-patron yang juga buatan manusia lain. manusia seakan tidak otentik dan tidak memiliki kemampuan untuk berfikir sendiri. bukankah manusia modern adalah manusia yang mandiri dan memiliki cara pandang yang lebih maju dari jaman purbakala. kalau kita masih membicarakan kebenaran menurut ideologi yang ada tidakah kita sama seperti manusia-manusia purbakala yang masih belum berpikir rasional? 

Sekalipun ideologi itu menjunjung tinggi kebebasan, namun manusia yang menganut ideologi kebebasan itu pun harus mengikuti syarat-syarat dari sebuah ideologi. Syarat-syarat inilah yang membuat manusia sudah tidak lagi dapat otentik. semua me’logos’kan segalanya. kebenaran memiliki patron-patron yang terkadang tak cocok dengan keadaan lingkungan kehidupan manusia,lalu untuk apa sebenarnya berideologi untuk mencapai kebenaran yang sifatnya sangat relatif. kebenaran saya belum tentu sama dengan kebenaran kamu. membicarakan kebenaran saja terkadang kita mesti belajar hingga ke negeri seberang. Padahal, bukankah sesungguhnya kebenaran itu ada pada diri kita sendiri?

stoicmike:

There is a lot of truth in depression — life is really very difficult for all of us. - Michael Lipsey

!!!!

stoicmike:

There is a lot of truth in depression — life is really very difficult for all of us. - Michael Lipsey

!!!!

(via libertarian-individualism)

(Source: age-of-anarchy, via )

Aku suka saat kita berdua berbicara. Kamu terlihat sabar menampung semua pertanyaan pertanyaanku yang logis hingga berbau magis. Kamu tetap tersenyum manis.

Aku suka saat kamu tiba-tiba menangkap tatapan mataku dan kamu menaikan alis tanda bertanya.

Aku suka saat kamu melontarkan lelucon-lelucon dengan tema-tema ajaib yang tidak pernah ada di benakku.

Aku suka saat kamu dan aku bermimpi tentang masa depan. Masa depan-mu dan masa depan-ku. Bukan masa depan kita.

Aku suka saat kamu bercerita tentang masa kecil-mu yang senantiasa menggemaskan hingga terkadang aku terpingkal-pingkal.

Aku suka saat kamu membalas pesanku dari telepon genggammu.

Aku suka saat kamu berbicara tentang ide.

Aku suka saat kamu tertidur.

Aku suka cara kamu makan.

Aku suka cara kamu memperhatikan sesuatu.

Aku suka saat kamu menyanyikan lagu kesukaanmu sambil menari bersama teman-temanmu.

Aku suka saat kamu mengerutkan dahi.

Aku rasa aku memang suka kamu.

"jika memang perasaan tak perlu diucap hanya perlu dilakukan, lalu bisa kah aku memiliki persaan mu tanpa perlu kau beritau."

— KM

cerita waktu hujan bersama secangkir kopi susu panas

Hari ini hujan. Bapak tidak pergi bekerja. Sedang malas katanya. ‘Percuma pergi kerja kalau hujan. Hanya mendapat masuk angin saja’ omelnya pagi ini.
‘Ibu ! Bikinkan aku kopi!’ Teriak Bapak dari teras rumah kami.
‘Ingat bu, kalau bikin kopi air-nya harus panas dan sedikit saja’ sambungnya.

Aku dan Bapak duduk termangu melihat percikan air hujan pagi ini. ‘Anakku…’ panggilnya.
‘Iya pak?’ Sautku
Sambil menyeruput kopi susu panas ia mengelus-elus rambutku sambil berkata,
‘jadilah engkau seperti air hujan, yang bisa menenangkan hati orang yang sedang gundah lewat suara dan percikan airnya.. jadilah seperti hujan yang menimbulkan wangi ajaib ketika ia bertemu dengan tanah.. jadilah seperti air hujan.. karena ia memberika hidup untuk semua mahkluk hidup di bumi…’
Aku hanya terdiam..tak berani menatap Bapak. Akupun tak mengerti apa maksud Bapak saat itu..
‘Bapak ingin kamu terus belajar, bertemu banyak orang, menemukan arti mengapa air hujan turun ke bumi dan membuat segala insan nyaman oleh keberadaanya’
‘Janganlah kamu seperti bapakmu ini… hanya melakukan rutinitas yang bapak sendiri sudah jengah. Janganlah kamu seperti bapak, yang menghabiskan waktu hanya diteras ini sambil meminum kopi susu tanpa berfikir tentang apa-apa…

'Terimakasih pak.. aku akan ingat selalu pesan Bapak' ucapku..
‘Ingat! Kalau kau sudah dewasa dan memutuskan untuk menikah, carilah pasangan yang se-iman denganmu..agar kamu tidak diberikan kesulitan-kesulitan..’

Secangkir kopi susu panas telah habis, dan Bapak sudah kembali lagi. Yaaa dia kembali pulang. Hujan juga telah selesai… aku masih saja diam di teras rumah…

Bapak, dimanapun kamu berada aku akan tetap mengingatmu walaupun aku sedang kesepian dan diliputi masalah aku percaya Bapak selalu ada menemani aku.. Hati-hati bapak disana.. sampaikan salam untuk sanak saudara yang telah mendahului kami disini…

Ini hadiah Untukmu  Andre Mamonto, dimanapun engkau berada  ;)

Bandung 12 november 2013 

Tunggu single perdana kami - Trio Ambisi !! 
Photo by:  @bondidnob

Tunggu single perdana kami - Trio Ambisi !!
Photo by: @bondidnob

Keisengan hari ini.. sok ngartis bangets..

Keisengan hari ini.. sok ngartis bangets..

Kakak-kakak kecekuu ini…aaaaaaa pliss balik lagi ke kampus buat kuliahhh…ahahaahaahhhahahaha ;))

Kakak-kakak kecekuu ini…aaaaaaa pliss balik lagi ke kampus buat kuliahhh…ahahaahaahhhahahaha ;))

"Rasa ini muncul lagi
Rasa yang ada di hati tapi tak sampai terucap
Rasa yang selalu gagal untuk diutarakan
Rasa yang selalu menjadi penyesalan
Selalu..
Selalu..
BODOH!
"